Medan (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan membuka Program Intensif Tahfizhul Qur’an Angkatan 5, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MAN 3 Medan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Generasi Qur’ani yang Unggul dan Mulia” dan dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd. Program intensif ini akan berlangsung selama 10 hari, mulai 12 hingga 21 September 2026, dengan seluruh peserta bermukim di lingkungan madrasah.
Program Intensif Tahfizhul Qur’an Angkatan 5 diikuti 46 peserta yang terdiri atas 31 laki-laki dan 15 perempuan. Para peserta merupakan siswa MAN 3 Medan yang mengikuti program untuk meningkatkan dan memperkuat hafalan Al-Qur’an melalui pembinaan secara intensif. Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti kegiatan tahfiz, setoran hafalan, murajaah, serta pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara terjadwal.
Keikutsertaan Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menjadi salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan program tahun ini. Selain membuka kegiatan secara resmi, ia juga menjadi peserta dan bermukim bersama peserta lainnya selama 10 hari. Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk keteladanan sekaligus komitmen pimpinan madrasah dalam mendukung pembinaan hafalan Al-Qur’an dan pembentukan karakter peserta didik.
Ketua panitia, H. Ghazali, Lc., S.Pd.I., menjelaskan bahwa program intensif tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta untuk lebih fokus dalam menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an. “Kami berharap seluruh peserta mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh dan disiplin. Targetnya bukan hanya menambah hafalan, tetapi juga bagaimana hafalan yang sudah dimiliki dapat dijaga dan semakin kuat melalui murajaah yang dilakukan secara konsisten.”
Ghazali menambahkan, tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW, Generasi Qur’ani yang Unggul dan Mulia” menjadi landasan dalam pelaksanaan program agar kegiatan tahfiz tidak berhenti pada kemampuan menghafal Al-Qur’an. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an perlu tercermin dalam sikap, akhlak, dan perilaku peserta dalam kehidupan sehari-hari. “Kita ingin anak-anak tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menjadi generasi Qur’ani yang unggul serta mulia.”

Kepala MAN 3 Medan, Burhanuddin, menyampaikan bahwa program tahfiz merupakan salah satu bentuk ikhtiar madrasah dalam membentuk generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki akhlak yang baik. Ia memilih untuk ikut bermukim dan menjadi peserta agar dapat merasakan secara langsung proses yang dijalani para siswa selama program berlangsung. “Saya ingin belajar dan berproses bersama anak-anak kita. Mudah-mudahan keikutsertaan ini menjadi motivasi bagi mereka untuk semakin mencintai Al-Qur’an, bersungguh-sungguh dalam menghafalnya, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW.”
Program Intensif Tahfizhul Qur’an Angkatan 5 akan berlangsung hingga 21 September 2026 dengan berbagai kegiatan pembinaan yang telah disiapkan panitia. Selain berorientasi pada peningkatan dan penguatan hafalan, program ini diarahkan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak peserta sesuai nilai-nilai Al-Qur’an dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Melalui program tersebut, MAN 3 Medan berharap lahir generasi Qur’ani yang unggul dan mulia, tidak hanya dalam kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dalam sikap dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
