You are currently viewing MAN 3 Medan Perkuat Garda Pencegahan Narkoba melalui Bimbingan Teknis P4GN

MAN 3 Medan Perkuat Garda Pencegahan Narkoba melalui Bimbingan Teknis P4GN

Medan (Humas MAN 3 Medan) – MAN 3 Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sebagai bagian dari upaya tersebut, dua perwakilan madrasah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lingkungan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara pada 20–21 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

Perwakilan MAN 3 Medan yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Ibnu Husaini, S.Pd., selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kemuridan, dan Taufiq Din Meuraksa, Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Keduanya mengikuti berbagai sesi pelatihan yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi dalam mengimplementasikan program P4GN di satuan pendidikan.

Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaan guru dalam bimbingan teknis ini merupakan bentuk nyata komitmen madrasah dalam melindungi murid dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi tempat yang aman sekaligus membangun karakter generasi muda agar mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.

“Sekolah harus menjadi rumah yang aman bagi murid. Kami berkomitmen penuh untuk membentengi lingkungan madrasah dari pengaruh narkoba. Guru-guru kita adalah garda terdepan, dan bimbingan teknis ini merupakan investasi penting agar mereka lebih sigap dalam melakukan pencegahan,” ujar Burhanuddin.

Dalam implementasinya, Guru Bimbingan dan Konseling memegang peranan yang sangat penting. Selain memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika, Guru BK juga menjadi pendamping yang siap mendengarkan permasalahan murid, memberikan layanan konseling, serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan murid.

Selama mengikuti bimbingan teknis, peserta memperoleh materi mengenai lima pilar utama strategi P4GN, yaitu edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba, pelaksanaan kampanye anti narkoba di lingkungan pendidikan, penguatan ketahanan keluarga, penguatan ketahanan lingkungan, serta pelaksanaan tes urine apabila diperlukan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan deteksi dini sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui penguatan kompetensi guru, MAN 3 Medan berharap seluruh unsur madrasah, mulai dari pendidik, tenaga kependidikan, murid, hingga orang tua, dapat bersinergi dalam membangun budaya sekolah yang sehat, peduli, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi tumbuh kembang murid.

Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari Bimtek P4GN, MAN 3 Medan optimistis dapat meningkatkan efektivitas program pencegahan narkoba di lingkungan madrasah. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan madrasah dalam melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki ketahanan diri yang kuat terhadap berbagai ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Leave a Reply